KKN ITERA

""

               

Mahasiswa KKN ITERA Menyelenggarakan Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair  dan Padat Berbahan Dasar Kotoran Kambing di Desa Banjaran


January 26th, 2023 | Posted by: Akza Noprian


Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Banjaran, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, membuat Pupuk Organik berbahan dasar kotoran kambing di desa. Pupuk tersebut dibuat guna menunjang kualitas perkebunan yang di Desa Banjaran.Pupuk organik digunakan sebagai pupuk dasar dan pupuk rutin tanaman perkebunan juga tanaman palawija. Pupuk ini dapat membantu memperbaiki struktur tanah yang hilang dengan kandungan unsur hara tanah. Selain itu, pupuk ini juga terkenal dengan pupuk yang ramah lingkungan karena bahan yang dipakai dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Tim KKN yang beranggotakan Alvin Mario, Alfian Dwi Kurnia, Alpina Damayanti, Alvin Aziz Nugraha, Alya Berliani, Ardian Permana, Berlian Chandra Kirana, Cindy Siburian, Darno Jeremia Silaban, Dinda Fajar Utami, Faalih Pandu Wicaksono Hadi, Faqih Irsyam, Farah Fadhilah, Gabriela Rosmauli, dan Gustia Rahmadini, membuat pupuk tersebut sebagai salah satu program kerja KKN. Perwakilan mahasiswa, Cindy Siburian menyebut bahwa pupuk berbahan dasar kotoran kambing sangat berpotensi tinggi untuk meningkatkan proses perkembangan tanaman secara maksimal. Juga meminimalisir penggunaan pupuk kimia yang berdampak negatif terhadap unsur tanah. Oleh karena itu, dibuatlah pupuk organik unsur hara tanah terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang oleh petani.

Pupuk organik kotoran kambing ini, dibuat atas dasar kebutuhan masyarakat dalam penggunaan pupuk yang semakin meningkat. Disamping itu, potensi kotoran kambing di Desa Banjaran cukup banyak namun pemanfaatan dan pengolahannya belum maksimal. Selain itu, bahan tambahan yang digunakan dalam penyempurnaan pupuk adalah serbuk kayu, sekam padi, dan Daun Kelor yang merupakan salah satu potensi lingkungan Desa Banjaran yang belum pernah dimanfaatkan oleh masyarakat.

Memang di desa ini sangat dibutuhkan pupuk organik, karena pupuk kimia saat ini sangat meningkat harganya dari harga biasanya. Sedangkan, proses perkebunan dan pertanian terus berlanjut juga sangat membutuhkan pupuk secara rutin

Ujar Pak Kardi sebagai KASI Pemerintahan Desa Banjaran.

Cindy melakukan dua metode pembuatan pupuk yakni pupuk cair dan pupuk padat. Kedua metode mempunyai bahan dasar yang hampir sama namun yang membedakan adalah bahan tambahan. Pupuk cair menggunakan bahan dasar urine atau serat kotoran kambing dengan kombinasi Daun Kelor, sedangkan pupuk padat berbahan dasar kotoran kambing dengan kombinasi sekam padi dan serbuk kayu. Dari dua metode tersebut menggunakan bantuan mikroorganisme dari EM4, MSG, Gula Merah, dan air. 

Kotoran kambing sangat banyak di Desa Banjaran ini, tidak jarang kotoran ini hanya ditimbun begitu saja karena dijualpun harganya sangat murah. Begitu juga dengan sekam padi dan serbuk kayu yang biasanya hanya dibakar, sehingga pemanfaatannya tidak maksimal juga mencemari udara

Ujar Pak Handoko sebagai perangkat Desa Banjaran, Jumat (6/1/2023).

Penyerahan pupuk kepada pihak Desa Banjaran dilakukan oleh seluruh mahasiswa KKN ITERA dan diterima oleh Kepala Sosialisasi Pemerintahan, Bapak Kardi di Desa Banjaran mengapresiasi pupuk organik yang dibuat oleh mahasiswa KKN ITERA kepada petani desa. Diharapkan dengan adanya pupuk yang terbaharukan tersebut dapat membantu petani untuk memanfaatkan potensi limbah yang ada di desa menjadi bahan yang lebih bermanfaat seperti pembuatan pupuk tersebut.


Tinggalkan Komentar



Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)