May 9th, 2025 | Posted by: kknmedia
KKN Periode ke-15, semester genap tahun ajaran 2024/2025 Itera melibatkan 502 mahasiswa dengan rincian sebanyak 265 mahasiswa KKN PPM dan 237 mahasiswa KKN Tematik. Lokasi KKN PPM maupun Tematik tersebar pada beberapa daerah di Provinsi Lampung. Sebelum terjun mengabdi pada lokus KKN masing-masing, mahasiswa KKN Itera akan dibekali dengan beberapa ilmu terlebih dahulu untuk persiapan pembangunan desa.
Kepala LPPM yaitu Bapak Dr. Muhamad Fatikul Arif, S.T., M.Sc. dalam laporannya menyampaikan bahwa skema KKN saat ini yaitu KKN reguler dan KKN Tematik. KKN reguler dilakukan di 26 desa dengan 13 dosen pembimbing lapangan dan KKN tematik dengan skema pengusulan terdiri dari 237 mahasiswa dengan 10 dosen pembimbing lapangan yang tersebar di Lampung Selatan, Lampung Timur dan Pesawaran. Kegiatan KKN pada periode ini diharapkan mampu berjalan dengan lancar, aman, sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selanjutnya sambutan dari rektor Itera yaitu Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha menyampaikan bahwa harapannya selama KKN mahasiswa mampu melakukan inovasi yang didapatkan dari kampus untuk bisa dideliver ke masyarakat. Bapak rektor juga menyampaikan bahwa salah satu program yang diunggulkan dari KKN periode ini adalah diversifikasi produk singkong untuk kemudian dijadikan mi untuk meningkatkan nilai tambah dari singkong untuk mengurangi penggunaan tepung gandum yang masih impor.
Agenda pertama yaitu penyampaian materi oleh Bapak Dr. Eko Kuswanto, S.Si., M.Si sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Raden Intan Lampung mengenai Sinergi Ilmu dan Aksi Sosial : Strategi Merancang Kegiatan KKN Sesuai Latar Belakang Prodi. Bapak Eko menjelaskan bahwa tingkat tertinggi dari Pengabdian kepada Masyakarat adalah “Transformasi Sosial”. Pada dasarnya terdapat empat hal dasar dalam melakukan Pengabdian kepada Masyarakat, antara lain adalah pengabdian berbasis riset yang melibatkan masyakarat, masyarakat dilibatkan untuk kemudian diubah ke arah yang lebih baik, keilmuan yang didapat selanjutnya dibawa ke lapangan, serta pengembangan masyarakat berbasis aset. Berdasarkan keempat hal tersebut, kegiatan PkM yang paling dekat aplikasinya dengan kegiatan KKN adalah mengenai pengaplikasian keilmuan yang didapat di kampus untuk dibawa ke lokus KKN. Bentuk kegiatan yang bisa dilakukan antara lain adalah penyuluhan, edukasi, pendampingan, dan lain-lain.
Pemateri selanjutnya adalah Raditya Egi Pratama, S.T., M.B.A selaku bupati Lampung Selatan yang menyampaikan materi yang berkaitan dengan menggali dan mengembangkan potensi yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. Dalam materinya Bapak Bupati Lampung Selatan menyampaikan bahwa merasa senang dan menyambut kegiatan KKN Itera untuk bisa bersama sama memajukan daerah Lampung Selatan. 256 desa yang ada di Lampung Selatan masih menghadapi tantangan dalam melakukan manejemen desa sehingga harapannya mahasiswa bisa memberikan kontribusi untuk tantangan ini. Salah satu yang ingin diunggulkan adalah one village one product untuk bisa membuat produk unggulan desa. Salah satu kegiatan lainnya yang diharapkan adalah menyusun ekosistem wisata untuk meningkatkan ekonomi dari pariwisata yang ada di Lampung Selatan. Harapanuntuk kegiatan KKN periode ini adalah mahasiswa bisa belajar soft skill tidak hanya sekedar teknis. Selanjutnya sesi diskusi tanya jawab antara mahasiswa dengan pemateri Bapak Dr. Eko Kuswanto, S.Si., M.Si dan Bapak Raditya Egi Pratama, S.T., M.B.A
Agenda selanjutnya yaitu penyampaian materi dari Ibu Amalia Wahyuningtyas, S.Si., M.Sc selaku Dosen Program Teknologi Pangan. Ibu Amalia menyampaikan mengenai diversifikasi pangan lokal yang berpotensi di Kabupaten Lampung Selatan. Lampung selatan merupakan salah satu daerah dengan potensi pangan lokal yang cukup tinggi, antara lain singkong atau ikan. Sehingga bu Amalia menjelaskan salah satu potensi olahan pangan yang mudah dilakukan yaitu mi. Pengolahan singkong serta ikan untuk dijadikan mi sebagai alternatif pangan fungsional memiliki banyak manfaat serta berpotensi untuk menjadi product unggulan desa. Sesi pemateri selanjutnya yaitu disampaikan oleh bu Teny Silvia, S.T.P., M.Sc selaku ketua KKN Itera mengenai SOP pelaksanaan KKN agar KKN berjalan secara maksimal. Bu Teny menjelaskan bahwa seluruh peraturan yang sudah dibuat harus dipatuhi, salah satunya adalah larangan untuk meninggalkan lokasi KKN walaupun lokasinya dekat dengan kampus, larangan membuat konten yang memuat unsur SARA. Jika tidak dipatuhi, akan diberikan sanksi hingga tidak diluluskan dari program KKN.
Agenda yang terakhir yaitu penyampaian materi dari tim satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi oleh bapak Sabar, M.Si mengenai bekal anti kekerasan untuk mahasiswa KKN. Bapak sabar menyampaikan bahwa tujuan pembelajaran PPKPT bagi mahasiswa antara lain mengenali bentuk kekerasan yang sering tidak disadari, tahu cara melapor, serta berani bersuara sebagai korban atau saksi, dan lain-lain. Banyak sekali kejadian-kejadian kekerasan yang terjadi selama pelaksanaan KKN di daerah-daerah lain sebelumnya, diharapkan hal ini tidak akan terjadi selama pelaksanaan KKN di Itera. Jika terdapat kekerasan yang terjadi dan pelakunya adalah mahasiswa, maka akan diberikan beberapa sanksi, mulai sanksi ringan sampai berat yaitu diberhentikan dari kampus. Oleh karena itu, dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para mahasiswa dapat menjalankan program KKN dengan penuh tanggung jawab, mampu berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat, serta menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi pembangunan daerah.