May 18th, 2024 | Posted by: kknmedia
Pertemuan pembahasan koordinasi program kerja, lokus penempatan mahasiswa KKN, dan penentuan proporsi jumlah mahasiswa telah dilaksanakan bertempat di ruang pertemuan Bapperida Tanggamus Jumat (17/05). Agenda tersebut dihadiri kepala bidang riset dan inovasi daerah Tanggamus, 4 kepala kecamatan yaitu Pematang Sawa, Kota Agung Timur, Kota Agung Barat, dan Limau, ketua KKN ITERA Teny Sylvia, S.TP., M.Sc. bersama koordinator Humas KKN ITERA Muhammad Iqbal, S.T., MM. dan tim pengelola KKN ITERA lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, kepala bidang riset dan inovasi daerah Tanggamus mengutarakan saran kepada mahasiswa yang akan diterjunkan di seluruh pekon kabupaten Tanggamus fokus pada tiga program kerja. Saran tersebut adalah penurunan persentase stunting, meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan membangun serta mengembangkan literasi maupun produk digital. Angka stunting wilayah Tanggamus masih mencapai 17%, relatif jauh dibandingkan target nasional 14%. Di sisi lain, nilai IPM Tanggamus masih tergolong dalam kategori sedang. Mahasiswa dapat memberikan pendekatan mengenai pentingnya pendidikan sekaligus dapat mengembangkan laman website desa sehingga menjadi sarana promosi produk yang diperkenalkan dan didistribusikan oleh masing-masing pekon kepada masyarakat secara nasional. Tambahnya, program kerja yang dirancang dapat mengedukasi terkait how to make a product digital marketing oleh UMKM melalui kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa, UPT pertanian dan puskesmas untuk mewujudkan harapan dari pemkab Tanggamus. 33 desa akan ditempati mahasiswa peserta KKN yang termasuk dalam wilayah program Gempita (Gerakan Membangun Pesisir Tanggamus).
Di sela diskusi, program kerja diarahkan pada komoditas unggulan wilayah Tanggamus diantaranya pala (kalimiring), durian (limau), manggis (hotim, kotaagung timur), dan ikan (pematang sawah) dengan tujuan peningkatan nilai tambah produk. Dengan kehadiran mahasiswa ITERA dapat memberikan sentuhan/transfer pengetahuan khususnya teknologi karena kampus berbasis teknologi di Sumatera. Pihak pemda menekankan mahasiswa dapat dibekali informasi mendasar mengenai penyesuaian kondisi dalam menjunjung norma setempat sebelum terjun ke lokus KKN agar mahasiswa mengenal karakteristik maupun kultur sosial di masing-masing lokus. Sesi diskusi dan koordinasi tersebut diakhiri dengan foto bersama sebagai bentuk keberlanjutan dan implementasi program kerja KKN ITERA serta komitmen pemkab Tanggamus dalam bekerja sama menuntaskan persoalan kependudukannya. Seusai audiensi, tim pengelola KKN melakukan 39 desa peninjauan sehingga koordinasi tersebut berlanjut pada pengamatan desa secara langsung disertai diskusi.