KKN ITERA

""

               

Pembuatan Resapan Biopori di Desa Banyumas oleh Mahasiswa KKN Institut Teknologi Sumatera


February 1st, 2023 | Posted by: Akza Noprian


ITERA NEWS. Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Banyumas, kecamatan Candipuro, Kabupaten  Lampung Selatan, membuat Lubang Resapan Biopori untuk solusi mengatasi banjir, sampah organik, dan ketersediaan air tanah di desa Banyumas. Alat tersebut dibuat guna untuk mengatasi permasalahan banjir yang sering terjadi, mengurangi sampah organik, serta menambah ketersediaan air tanah di desa banyumas.

Lubang Resapan Biopori dibuat sebagai solusi mengurangi terjadinya banjir, sampah organik, dan ketersediaan air tanah di desa Banyumas. Prinsip kerja dari alat ini dengan menguburkan alat berupa pipa panjang kedalam tanah dengan kedalam 80 – 100 cm kemudian pipa diisi dengan sampah organik dan menutup permukaan pipa setara dengan ketinggian tanah. Air hujan ataupun genangan dapat cepat terserap oleh lubang biopori dan air akan terserap oleh tanah. Air biopori menjadikan unsur tanah menjadi subur karena adanya sampah organik dan organisme dalam tanah dapat membuat sampah menjadi kompos yang bisa digunakan sebagai pupuk bagi tanaman disekitarnya.

Tim KKN yang beranggotakan Abdu Arrafi, Munadiyah syahidah, Mutiara Syifa Syauqi, Muzid Khoiri, Patricia Ivanna Rolist Imi Koten, Putry Arby Dalimunthe, Rany Greace Celly, Rizki Arif Murtadho, Rizki Sanjaya, Rosa Rina Alessanta, Sef Panggi Tirtayana, Tania Azra Putri Mahardika, Umirul Hayati, Wakhid Alfiyan, dan Yesica Tumim Siburian membuat alat tersebut sebagai salah satu program kerja pokok KKN. Perwakilan dari mahasiswa KKN ITERA, Sef Panggi Tirtayana menyebut alat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena dengan satu alat ini memiliki banyak manfaat. Jika dilihat dari masa sebelumnya, desa Banyumas sering mengalami banjir serta menumpuknya sampah organik di sekitar rumah. Harapannya alat ini dapat bermanfaat bagi masyarakat desa Banyumas khususnya dalam mengatasi permasalahan banjir dan sampah organik di sekitar desa Banyumas. 

Salah satu langkah nyata dalam mengurangi terjadinya banjir, serta mengurangi sampah organik di desa Banyumas yaitu dengan membuat lubang resapan Biopori. Karena alat ini meskipun sederhana namum memiliki banyak manfaat

ujar Sef Panggi.

Sef Panggi menambahkan, alat yang dibuat cukup sederhana dan mudah untuk dibuat. Akan tetapi dengan kesederhanaan dan kemudahan mendapatkan alat ini sehingga masyarakat akan lebih mudah membuat di sekitar lingkungan rumahnya agar mengurangi terjadinya banjir serta mengurangi sampah organik di lingkungan sekitar. Mahasiswa KKN ITERA tidak hanya memaparkan tentang alat saja namun membuat sebanyak empat alat yang di tempatkan di beberapa rumah warga, sehingga menjadi contoh langsung kepada masyarakat dan masyarakat lainnya dapat ikut serta dalam membuat alatnya sendiri di rumahnya masing-masing. 

Pemasangan alat dilakukan secara simbolis dengan membuat sosialisasi kepada warga dan perangkat desa yang di lakukan di balai desa Bayumas pada hari Rabu (4/1/2023). Pemasangan alat tersebut dilakukan oleh mahasiswa KKN ITERA dan perangkat desa pada saat itu diwakili oleh sekretaris desa bapak Rohim. Sekretaris desa Banyumas  mengapresiasi alat yang dibuat oleh mahasiswa KKN ITERA untuk desa Banyumas. Harapan dari pihak desa mengenai alat ini dapat mengurangi terjadinya banjir yang sering terjadi di desa Banyumas serta dapat diterapkan oleh masyarakat karena melihat manfaatnya yang baik dari alat ini untuk desa Banyumas. 


Tinggalkan Komentar



Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)