KKN ITERA

""

               

Tim KKN Itera Pastikan Dampak Nyata Lewat Kegiatan Monitoring dan Evaluasi


August 15th, 2025 | Posted by: kknmedia


Lampung Selatan, 14 Agustus 2025 – Tim Kuliah Kerja Nyata Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan KKN PPM dan Tematik di 10 desa lokasi KKN, yaitu Desa Margo Mulyo,  Desa Gedung Agung, Desa Purwotani, Desa Sinar Rejeki, Desa Batu Menyan, Desa Talang Mulya, Desa Sinar Organ, Desa Sukanegara, Desa Sukadamai dan Desa Purwodadi Dalam yang terletak di  Lampung Selatan dan Pesawaran. Monev dibagi menjadi 5 tim untuk melihat progress kegiatan yang sudah dilaksanakan mahasiswa  selama KKN berlangsung. Kegiatan monev dilakukan dengan mengunjungi balai desa dan posko mahasiswa KKN.

Lokasi tim pertama yang dituju adalah Desa Margo Mulyo dan Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Aparat desa setempat menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program kerja mahasiswa yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat. Di posko KKN Desa Margo Mulyo, mahasiswa menjelaskan bahwa sebagian besar program kerja telah selesai dilaksanakan. Salah satu program unggulan adalah pembuatan ecofertilizer dari kotoran sapi. Selanjutnya kelompok KKN di desa Gedung Agung yang memiliki program unggulan pembuatan pestisida alami dari limbah kulit bawang merah dan bawang putih, sebagai solusi mengatasi serangan hama pada tanaman warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada siswa SD mengenai bahaya penggunaan internet secara berlebihan, serta beberapa kegiatan pembelajaran lainnya. Kedua desa menyampaikan antusiasme dan dukungan penuh terhadap program yang telah dilaksanakan, serta berharap keberlanjutan kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat terus berjalan.

Lokasi lainnya yang dimonev adalah Desa Purwotani dan Desa Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Di desa Purwotani, kelompok mahasiswa KKN mengembangkan program unggulan berupa pembuatan alat penebar pupuk (fertilizer spreader) otomatis. Inovasi ini dirancang untuk mempermudah pekerjaan petani, menghemat waktu, serta meningkatkan presisi dalam penyebaran pupuk di lahan pertanian. Perjalanan monev kemudian dilanjutkan ke Desa Sinar Rejeki. Kelompok KKN di desa ini fokus pada program edukasi pembuatan mie dari singkong yang menyasar ibu-ibu rumah tangga dan kelompok PKK. Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik pengolahan singkong menjadi mie sehat dan bernilai jual, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan tentang pengemasan dan strategi pemasaran sederhana.

Lokasi lainnya yang selanjutnya dimonev adalah Desa Talang Mulya dan Desa Batu Menyan, Kabupaten Pesawaran. Hasil monev dari Desa Talang Mulya menunjukan bahwa program kerja mahasiswa berfokus pada penguatan sektor pertanian, peternakan dan kewirausahaan di desa seperti pembuatan pupuk organik, pembuatan mesin pencacah daun-daun untuk pakan ternak, membuat produk teh kulit salak sampai digitalisasi desa. Desa selanjutnya adalah Desa Batu Menyan yang mengusung berbagai program kerja yang berfokus pada inovasi, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa. Adapun dua program utama yang dilakukan adalah pemetaan dan mitigasi bencana serta rebranding pariwisata.

Tim lainnya selanjutnya melakukan monev di Desa Sinar Ogan dan Desa Sukanegara, Kabupaten Pesawaran. Di posko KKN Desa Sinar Ogan, mahasiswa menjelaskan bahwa program kerja sedang dalam progres penyelesaian. Salah satu program unggulannya yaitu pembuatan website desa. Pembuatan website dan profil desa ini sangat penting mengingat saat ini era teknologi yang semakin berkembang pesat akan kemudahan informasi dan data. Selanjutnya, tim monev mengunjungi desa ke 2 yaitu Desa Sukanegara yang memiliki program unggulan yaitu pembuatan minuman herbal dari berbagai jenis tumbuhan seperti daun sirsak, dan daun kelor yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan pada ibu-ibu PKK.

Tim lainnya yang melakukan monev yaitu di Desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjung Sari dan Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.  Mahasiswa menjelaskan bahwa progress sudah 80% dengan progja utama yaitu pemanfaatan perkarangan sebagai bentuk ketahanan pangan dan membuat biopori dari limbah organik sisa rumah tangga. Desa berikutnya yaitu Desa Sukadamai yang dalam monev, mahasiswa menyampaikan jika progja utama mereka adalah membuat master plan bank sampah di desa dan merancang serta membangun bak sampah pembakar. Hal ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di desa yang belum optimal dalam penanganannya.

Hasil monev menunjukan bahwa kegiatan KKN berjalan baik dengan pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan hampir selesai. Dengan adanya kegiatan monev ini diharapkan mampu memastikan bahwa mahasiswa mampu memberikan dampak nyata bagi desa yang menjadi lokasi kegiatan KKN.


Tinggalkan Komentar



Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)